Dikala Ku “SeNdiRi”

July 17, 2007

Don’t Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi

Filed under: Artikel — sunyi @ 3:51 am

Judul Buku : Don’t Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi
Penulis : Fadhlan Al Ikhwani

Don’t Cry, Ketika Mencintai, Tak Bisa Menikahi

Sungguh, merupakan hal yang sangat menyakitkan hati. Ketika cinta kitaditolak oleh seeorang yang sangat kita harapkan cintanya. Sebahagaian dari kita mungkin akan langsung berfikir sepertinya Allah tidak adil.

Langit terasa muram dan tidak bercahaya.

Bukankah cinta kita benar2 tulus dan murni.

Untuk menjaga diri dari dosa, menjaga pandangan, menjaga hati bahkan demi menjaga kesucian agama-Nya?

Apa yang salah pada diri kita?

Tidak layakkah kita mendapakan janjinya

“jika kamu menolong agama (Allah), nioscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu” (QS: Muhammad 7)

Begitu mahalkah tiket untuk mendapatkan pertolonganNya, lantas dimanakah janjiNya, “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (QS: Al-Mu’min 60)

Ya sebenarnya factor yang paling utama mengapa keinginanmu belum dikabulkan, padahal usia sudah waktunya, tujuan sudah mulia, bahkan mungkin kemampuan sudah ada. Hanya satu factor penyebabnya.

Yaitu perbedaan persepsi antara kita dan Allah.

Kita seringkali menganggap bahwasanya apa-apa yang sesuai dengan keinginan kita itulah yang terbaik bagi kita, padahal tidak selamanya loh, (baca QS:Al-Baqarah 216)

Dari ayat tersebut, kita tahu bahwa ada hikmah dibalik setiap kejadian apapun yang menimpa kita, ada kebaikan dibalik sesuatu yang kita anggap buruk,demikian pula sebaliknya.

Agaknya tidak ada salahnya jika kita sedikit mendengar penuturan Ibnu Al-Jauzy yang mengajarkan “jika anda tidak mampu menangkap hikmah, bukan karena hikmah itu tidak ada, namun semua itu akibat kelemahan daya ingat anda sendiri. Anda kemudian harus tahu bahwa para raja pun memiliki rahasia yang tidak diketahui setiap orang. Bagaimana mungkin anda dengan segala kelemahan anda akan sanggup mengungkap sebuah hikmah?”

Betapa beratpun sebuah ujian yang kita alami, pasti akan ada jalan keluarnya. Allah menyatakan, ” Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya” (QS: Al-An’am 152).

Dalam ayat yang lain Allah berfirman “barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan baginya keperluannya” (QS: At-Thalaq 2-3)

Yakinilah bahwa kegagalan cinta yang kit alami, tertolaknya cinta yang kita ajukan,sudah dirancang sedemikian rupa skenarionya oleh Allah. Sehingga tidak perlu menyikapinya secara berlebihan. Daripada kita larut dalam kesedihan, menagis, menyesali diri, patah hati atau bunuh diri lebih baik kita berbaik sangka saja kepada Allah. Tidak pantas diri ini mengeluh apalagi menyesali sebuah kegagalan. Bersikaplah positif kedepan. Yakinlah bahwasanya kegagalan cinta bukanlah akhir dari segalanya, bukanlah awal dari sebuah kehancuran.

Sejarah mencatat, banyak sekali pribadi-pribadi sukses di dunia ini mengawali kesuksesannya setelah ditimpa berkali-kali gagal dalam usaha mereka, begitu juga tentang urusan cinta. Sebagai manusia kita dibekali potensi yang sedemikian hebatnya oleh Allah. Dan terkadang potensi yang ada pada diri kita justru baru kita ketahui setelah kita menghadapi beberapa kali kegagalan.

Aa Gym pernah mengatakan “jika nasi sudah menjadi bubur, maka kita harus mulai memikirkan ayam, cakwe, sledri, bawang goreng dan sambel hingga bubur kita akan menjadi bubur ayam yang spesial. Karena itu, satu orang yang menolak cinta kita seharusnya tidak menjadikan kita lupa pada puluhan bahkan ratusan orang lain yang menyayangi kita. Namun justru seharusnya menjadi cambuk bagi diri kita untuk menjadi lebih baik.

Ayo Terus Perbaiki Kekurangan Diri

Mungkin kita merasa bahwa kita sudah siap dan mampu, kita merasa bahwa kita baik hati, tidak sombong, berasal dari keluarga baik-baik, punya ilmu agama yang cukup memadai, pribadi oke, wajah pun tidak mengecewakan. Tapi mengapa dia masih tidak bersedia? Kriteria seperti apa lagi yang dia dambakan? Sekali lagi, cinta tidak bisa dipaksakan, mungkin ada beberapa kriteria lain yang belum kita miliki, yaitu
kriteria yang baginya adalah paling prioritas diantara kriteria lainnya dan hal itu merupakan daya tarik tersendiri bagi dirinya.

Kalau sudah begitu, mari kita jadikan momen penolakan tersebut sebagai momen kita untuk mencari tau dan memperbaiki terus kekurangan-kekurangan kita. Sekali ditolak, berarti satu perubahan kearah yang lebih baik, dua kali ditolak, dua perubahan, sehingga pada akhirnya, ketika Allah mengirimkan seseorang yang terbaik menurutNya kepada kita, orang tersebut akan terpana dan berkata “waaa…istri /suamiku ternyata keren sekaliii..”

Ingat, kita harus selalu berusaha memperbaiki kekurangan diri,menjadikan setiap kegagalan sebagai batu loncatan ke arah kesuksesan,, melecutkan kemampuan,membangun potensi yang selama ini terpendam,memacu semangat dalam diri. Seorang pemenang tidak dilahirkan, tetapi harus diciptakan.

8 Comments »

  1. Buku ini gue bangettt…..

    Comment by Adam — November 6, 2007 @ 7:46 pm

  2. keren bgt…!!
    boleh tak posting di blog-ku?
    sumber artikel akan di cantumkan ok!

    Comment by mistikman — October 27, 2008 @ 4:48 am

  3. silahkan…
    ni jg aq dapet dr orang ko…cuma lupa sumbernya 🙂

    Comment by sunyi — November 11, 2008 @ 1:02 pm

  4. wah sedihnya bl ak yg ngalami mencintai se2org tp gk bs menikahinya sugguh pilu n teri2snya perasaan ini….jd pgn ngs mgkn da jln YG TERBAIK yg akan didadp di blk semua in ALLAH maha tau sglnya….

    Comment by icha — November 25, 2008 @ 2:10 am

  5. subhanallah…
    Perihnya hati seakan tak dapat diobati.
    awalnya, si ‘dia’ tampak selalu memberi harapan. bahkan dalam dakwah, kami senantiasa bersinergi untuk saling memberikan energi positif.
    namun, perbedaan negara telah memisahkan kami. hingga ta’arruf pun terpaksa dihentikan sebelum dimulai.
    istikharah tidak memberikan jawaban yang diharapkan.
    mungkin inilah yang terbaik bagi kami di mata Allah…

    Comment by shafira — January 24, 2009 @ 2:51 pm

  6. subhanalloh,,it’s really me..thx akh fadhlan @_@

    Comment by paijo — March 1, 2009 @ 9:06 am

  7. aku dah cari di toko buku kok katanya gak ada ya….
    aku suka bangat

    Comment by wien — June 14, 2010 @ 1:42 pm

  8. wahhhh aku pernah mengalami hal ini, mungkin ada banyak cahaya yang akan datang suatu saat nanti..aminnn..thx ya dah share

    Comment by My Soulmate — March 23, 2011 @ 3:53 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: