Dikala Ku “SeNdiRi”

June 29, 2007

Calon Isteri Seorang Lelaki

Filed under: Artikel — sunyi @ 7:49 am

Seorang teman pernah mengatakan, kriteria calon isterinya: shalihah,
cerdas, kaya dan cantik. Sebuah hadist juga mengemukakan, seorang
perempuan dipinang karena kecantikannya, hartanya dan keturunannya.
Tapi pinanglah perempuan karena keshalihannya. Itu yang utama. Saya
sepakat dengan hadist tersebut. Perempuan yang shalihah, insya Allah
cerdas. Ketika seorang perempuan cerdas, harta bisa dicari. Bila
harta sudah di tangan, kecantikan bisa dibeli. Pilih satu, dapat
tiga.

Namun, bila kita tinjau ulang, pemikiran akan kriteria calon isteri
tersebut cenderung egois. Tidak memandang dari banyak sisi. Hanya
memandang pernikahan dari segi manfaat untuk diri sendiri. Tidak
untuk keluarga, sahabat dan lingkungan sekitar. Padahal menikah
adalah penyatuan dua organisasi besar; keluarga, membentuk
organisasi baru. Banyak pihak yang bisa terpengaruh dan mempengaruhi
pra dan pasca pernikahan.

Jika kita berkaca, mengevaluasi. Melihat, mencari kelebihan dan
kekurangan diri. Niscaya kita akan menemukan berbagai fakta; kita
juga punya banyak kekurangan. Lalu, pantaskan bersibuk ria dengan
segala macam kriteria? Sedang diri sendiri mungkin tak bisa memenuhi
segala kriteria impian oleh calon pasangan. Seseorang berharap
mendapat perempuan shalihah, namun apakah dia cukup shalih untuk
berdampingan dengan perempuan shalihah. Ia ingin perempuan cerdas,
tapi apakah ia cukup cerdas untuk mengimbangi kecerdasannya? Ia
ingin perempuan berharta, tapi seberapa banyak harta yang dapat dia
berikan, untuk `membeli’ sang calon dari ayah-bundanya. Dan ketika
ia ingin perempuan cantik, apakah ia sendiri cukup gagah, tidak
jomplang, saat bersisian dengannya? Tidakkah keinginan si lelaki
terlalu berlebih?

Dari kisah cinta para Nabi, sahabat dan para syuhada, ada sejumlah
fakta: tangan Allah selalu bermain. Kisah cinta Muhammad-Khadijah,
Yusuf-Zulaikha hanyalah sebagian kecil contoh. Keikhlasan
menggenapkan separuh agama pasti akan mendapat anugerah luar biasa;
seorang isteri penghuni taman surga. Segala hambatan pernikahan
hanyut karena ibadah yang khusu, penghambaan yang sangat padaNya.
Manusia hanya berusaha, hasilnya terserah pada Yang Kuasa.

Hendaknya seorang lelaki berusaha melihat dari banyak sisi, ketika
datang seorang calon isteri padanya. Segala identitas standar bukan
pertimbangan utama. Serahkan saja padaNya. Meminta petunjuk lewat
shalat istikharah. Apakah perempuan itu orang yang tepat? Apakah si
calon pasangan dunia akhirat? Hanya Allah yang tahu, kan?

Lelaki manapun bisa saja berharap: Semoga calon isteri yang datang
padaku adalah perempuan shalihah. Bila belum shalihah, haruslah dia
mengajak, meningkatkan pemahaman agama, terus memperbaiki diri.
Menghiasi rumah tangga dengan amalan wajib dan sunnah. Menggapai
sakinah. Semoga perempuan yang datang padaku cerdas. Jika belum
cerdas, mestilah dia yang mengajar dan belajar dari pasangannya.
Mencari ilmu baru, terutama ilmu rumah tangga. Tentang harta, boleh
saja meminta: datangkanlah padaku calon isteri yang berharta. Tetapi
ingatlah, harta adalah cobaan, tak banyak orang yang bisa tetap
rendah hati, menunduk-nunduk ketika punya harta. Lagipula harta
gampang dicari. Soal kecantikan, wajar lelaki normal ingin
mendapatkan isteri cantik. Tetapi bukan hanya cantik lahir, batinnya
juga harus cantik. Yang menjadi pertanyaan, standar apakah yang akan
digunakan untuk menilai seorang perempuan cantik. Standar dunia atau
standar surga? Standar dunia menekankan kecantikan maya.
Mengandalkan costmetik. Kecantikan abadi, keindahan hingga akhir
hayat dan di akhirat kelak, itulah yang seharusnya dicari. Terserah
cantik atau tidak kata dunia, yang penting isteri bisa selalu
menarik di mata, di hati. Menjadi telaga sejuk, pohon teduh di terik
siang. Standar cantik ini sifatnya personal. Orang lain memandang
biasa, tapi luar biasa menurut sang suami.

Perempuan manapun yang datang pada seorang lelaki, sudah sepatutnya
ia melepas kacamata kekinian. Menggunakan kacamata masa depan dan
kacamata banyak orang untuk menilai. Mungkin banyak keindahan calon
pasangan yang sengaja disimpan olehNya. Allah ingin mengujinya,
apakah dia cukup shaleh, cukup ikhlas, cukup bersabar untuk
mendapatkan pasangan sejati.

Pasti ada keraguan saat menimbang. Maka dari itulah perlunya
mengetuk nurani sahabat, saudara, kakak, orang tua, mereka yang
lebih berpengalaman. Calon suami dapat bertanya, apakah perempuan
begini akan begini-begini? Ia bisa minta tepukan tangan di pundak,
pelukan, dan untaian mutiara. Agar sang lelaki yakin, mantap. Semoga
setelah itu, dia betul-betul siap, menggenapkan separuh agama,
mengapai sakinah. Memberatkan bumi dengan generasi yang menjunjung
tinggi kalimat La Illa Ha Illallah. (eramuslim.com)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: