Dikala Ku “SeNdiRi”

June 5, 2007

Rahasia Dibalik Perkawinan Nabi Muhammad SAW

Filed under: Blogroll — sunyi @ 8:10 am

Ketika orang-orang mendengar bawah Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak istri semasa hidupnya, banyaklah timbul suara-suara yang sumbang kearah Nabi Muhammad SAW. Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa rahasia dibalik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari Nabi besar Muhammad SAW, yaitu : “political and social motives”.

Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia  diumur 65 tahun (semoga Allah memberkahinya).
Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dair 50 tahun, barulah nabi SAW mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi  SAW hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau  menunggu sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi. Tapi Nabi Muhammad SAW tetap mencintai Khadijah selamaa 25 tahun, sampai  Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun.
Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motive.

Beberapa  perkawinan adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru  saja terbunuh didalam membela Islam.

Yang lain adalah demi menambah  dan mempererat hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam,  Abu Bakr (semoga Allah memberkahinya).
Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku  lain yang semula berniat memerangi Islam. Sehingga ketika Nabi SAW  mengawininya, maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah.

Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari  secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW  berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya.

John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for  International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah  mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives)  (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).

Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai  berikut: “In the prime of his youth and adult years Muhammad  remained thoroughly devoted to Khadijah and would have none other
for consort”. 

Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW  lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya meninggal dalam perang membela Islam.
Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah  diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW.

Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta sekilas penjelasannya:
1.  Khadijah

    Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25  tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40

    tahun. Khadijah  sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW.
Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy,

    keduanya sudah meninggal sehingga  menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah

    menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu  pada umur 40

    tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana  tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi

    Muhammad SAW ke Surga.
Nabi SAW sangatlah mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah  sepeninggalnya Khadijah lah Nabi

    SAW baru mau menikahi wanita lain.


 2. SAWDA BINT ZAM’A

    Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn  Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah

     kembali dari  Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan  tidak ada yang

     mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya. 

 3. AISHA SIDDIQA

     Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem  menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha,

     putri dari Aby Bakrs,  dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr.
Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn  Oday, yang pada saat itu

     adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di  Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah,

     karena walaupun  masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung

     jawab didalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu  selama 2 tahun dengan

     Aishah sebelum kemduian mengawininya. Dan  bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi

     khalifah pertama  setelah Nabi SAW meninggal. 

4.   HAFSAH BINT U’MAR

      Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke  dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini

      anaknya, Hafsah.  Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau

      kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak  untuk mengawini Hafsah.

      Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa  Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya

      Nabi SAW pun berkata  pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan kawin

      lagi. Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum,  dan Hafsah sendiri kawin

      dengan Nabi SAW. Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.

5.   ZAINAB BINT KHUZAYMA

      Suaminya meninggal pada perang UHUD,  meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang

      anak. Dia sudah  tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah  perkawinan

      yaitu pada tahun 625 A.D. 

6.   SALAMA BINT UMAYYA

      Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al  Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia

     dan anak- anaknya dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu  Bakar dan beberapa

     sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia

     menolak. Baru setelah  Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia

     bersedia.

7.  ZAYNAB BINT JAHSH

     Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW,  Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi
Muhammad SAW sudah  mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi

     perkawinan ini kandas ndak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika  mereka bercerai nabi mesti

     mengawini Zaynab (surat 33:37).

8.  JUAYRIYA BINT AL-HARITH

     Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan. Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok

     dari Juayreah  (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika  Islam menang pada

     perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq). Bapak  Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan

     uang sebagai penebus  anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan

     Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam

     dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW  adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun

     mengawininya,  dan Bani Almustalaq pun masuk islam.

9.  SAFIYYA BINT HUYAYY

     Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir.  Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian

     menikahi Nabi  SAW. Cerita nya cukup menarik, mungkin Insha Allah disampaikan terpisah.

10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN

      Suami pertamanya adalah Aubed Allah  Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah

      meninggal di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan  Nabi SAW. Dia sebenarnya

      menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi  baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW

      Madina,  ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.

11. MAYMUNA BINT AL-HARITH

      Dia masih berumur 36 tahun ketika  menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun.

      Suami  pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka  Makkah di tahun

      630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam  dan meminta agar Rasullullah mengawininya.

      Akibatnya, banyaklah  orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.

12. MARIA AL-QABTIYYA

      Dia awalnya adalah orang yang membantu  menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikira

      oleh Raja  Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim.  Ibrahim akhirnya

      meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah  menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan

      akhirnya meninggal 5 tahun  kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi

      Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi. 

Kalau sudah tahu begini dan kalau memang dikatakan mau mengikuti  Sunnah Nabi Muhammad SAW, kira-kira masih minat dan berani nggak ya kaum Adam untuk ber-istri lebih dari 1?

1 Comment »

  1. Knp ya? Dia kan nabi kok ga tau hari kematiannya,sdngkan Musa sndirì tau hari2 menjelang kematiannya Isa Almasihpun tau waktunya akan tiba,tetapi muhammad ga tau dirinya tau kalo mau diracun dia kan utusan Allah,apakah btl dia itu nabi ato hny mengaku nabi,bahkan disaat dia kesakitan mau mati dia mlh berdoanya sama malaikat jibril tapi kan seharusnya dia bisa mnt kesembuhan kpd Allah jika dia utusanNYA kok mlhnya mntnya sama malaikat??? Uda segini aja tlng dijawab!

    Comment by Adul — March 5, 2009 @ 6:46 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: