Dikala Ku “SeNdiRi”

May 31, 2007

Kiat Hindari Kanker Payudara

Filed under: Blogroll — sunyi @ 1:57 am

Pemeriksaan payudara sendiri (sadari) bisa menghindarkan wanita dari kanker payudara. Dengan mengenal payudara sendiri, kelainan bisa dideteksi secara dini. Hal itu dikemukakan dr Maria A.W. dari RS Kanker Dharmais.

Kanker payudara merupakan kanker kedua terbanyak yang diderita wanita.
Menurut Maria, 60-80 persen penderita kanker datang ke rumah sakit pada stadium lanjut (III) & sudah sulit disembuhkan. Kalau diketahui lebih dini, kemungkinan penyembuhan total lebih besar.

Ada tiga pemeriksaan dini untuk payudara yang saling melengkapi, yaitu sadari, pemeriksaan fisik oleh dokter serta mamografi atau USG.

Sadari sebaiknya dilakukan secara rutin setiap bulan sejak usia 20 tahun.

Dilengkapi dengan pemeriksaan fisik oleh dokter tiap 2 tahun sejak usia 20 tahun sampai 40 tahun. Seterusnya setahun sekali.

Mamografi dasar (pemeriksaan payudara dengan sinar rontgen radiasi rendah) untuk melihat adanya kelainan pada payudara sebaiknya dilakukan pada usia 35 tahun, sedangkan untuk usia di bawah 35 tahun lebih baik menggunakan USG.

Kemudian diulang tiap 1-2 tahun sampai usia 50 tahun. Selanjutnya satu tahun sekali.
“Dengan mamografi, kelainan yang belum teraba bisa dideteksi. Kalau mempunyai faktor risiko, mamografi bisa lebih sering,” kata Maria.

“Mamografi sebaiknya dilakukan pada hari ke 7-10 setelah hari pertama haid.”

Sadari dilakukan dengan pengamatan di depan cermin. Payudara dilihat dari depan, sisi kanan & sisi kiri. Dilihat bentuk & warnanya. Perlu diwaspadai adanya benjolan, perubahan warna kulit menjadi merah seperti kena radang, tekstur kulit berlekuk atau berkerut seperti kulit jeruk.

Periksa apakah puting bersisik atau mengeluarkan cairan.
Perhatikan bentuk & letak puting, apakah masih di tempatnya, bergeser,  atau puting masuk tak bisa keluar.

Pengamatan dilakukan pada posisi berdiri, tangan lurus di samping tubuh, kemudian tangan ke atas serta posisi tangan di pinggang dengan badan condong ke depan.
Tahap kedua adalah meraba. Posisi berdiri, tangan kanan untuk memeriksa payudara kiri & sebaliknya. Sementara tangan yang satu diletakkan di  belakang kepala. Langkah pertama, dengan empat jari tekan searah jarum jam membentuk lingkaran kecil dari puting ke arah luar. Makin keluar, tekanan makin kuat.
Kedua, tekan dari atas (dekat tulang selangka) ke bawah & sebaliknya dengan tekanan bervariasi. Ketiga, tekan dari arah luar ke arah puting & sebaliknya. Dengan gerakan sama, lakukan pada posisi tidur dengan bantal di bawah punggung, satu tangan di atas kepala.

“Pusatkan perhatian pada seperempat bagian atas luar, karena sebagian besar kanker terletak di situ. Lihat juga di atas tulang selangka & di bawah ketiak,” urai Maria yang juga aktif di Yayasan Kanker Indonesia. (Kompas)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: